Assalamu'allaikum, Temen" Semuanya. Gw Ada Soal Ni Dari TO ITB Kemaren Minggu. Berikut Adalah Tabel Energi
Assalamu'allaikum, temen" semuanya. gw ada soal ni dari TO ITB kemaren minggu. Berikut adalah tabel energi ionisasi pertama, kedua dan ketiga dari beberapa unsur pada periode yang belum teridentifikasi
Energi Ionisasi : EI
Unsur EI 1 EI 2 EI 3
A 1251 2300 3820
B 496 4650 6910
C 738 1450 7730
D 1000 2250 3360
(1) B adalah unsur dengan karakter logam paling tinggi
(2) C termasuk kedalam golongan 2 dalam tabel periodik
(3) A memiliki jari-jari atom paling kecil
(4) D memiliki nomor atom paling besar
kalo jawaban gw A : pernyataan yang bener 1, 2, 3
yang mau gw tanyain kalo jawaban kalian?
ada yang bisa jelasin meksud dari energi ionisasi 1, 2, 3? dan kalo semisal ada ketigannya yang jadi sorot utamanya yang mana dan kenapa?
terima kasih :)
Jawaban 1:
Menurut aku gan
unsur A memiliki jari - jari atom paling keci, yupz aku se7
karena dari ke empat unsur tersebut EI-1 paling besar mnandakan dia berada pada golongan besar yang memiliki jari2 atom kecil (seperti yang kita ketahui dari sifat SPU
Unsur B memiliki karakter logam paling tinggi saya se7
karena kemungkinan dia di golongan I A yang merupakan golongan dengan EI-1 terndah, sepertikita ketahui golongan IA adalah golongan yang mudah melepaskan elektron alias mudah membentuk atom positif (berarti EI -1 rendah )
Unsur C merupakan golongan IIA,
ada kemungkinan gan dilihat dari keempat energi ionisasi di atas, unsur C terndah ke dua yang berarti tidak jauh-jauh amat dengan Unsur B.
Unsur D memiliki nomor atom paling besar, kayaknya enggak gan,
EI-1 nya lebih kecil dari EI-1 atom A, jika atom A memiliki jari2 atom besar seharusnya si A juga yang punya nomor atom besar juga bukan si D. seharusnya pula nomor atom si D lebih kecil dari si A tetapi lebih besar dari B dan C. kalo di asumsikan nomor atom dari kecil ke besar B < C < D < A
itu hanya sekdar logika saya gan, saya jawab seperti agan 1 2 3 benar :)
Pertanyaan Terkait
Bantu ya
berapa gram NaCl dalam 400 mL larutanm NaCl 0,25 M? (Ar Na= 23; Cl=35,5)
Jawaban 1:
Mol NaCl = M x V
= 0,25 x 0,4 L
= 0,1 mol
Massa = mol x Mr
= 0,1 x 58,5
= 5,85 gram
Mengapa pada larutan yang bersifat netral tidak terjadi perubahan warna ?
Jawaban 1:
Sebetulnya perubahan warna itu tergantung dari range indikasi dari indikator yang digunakan
suatu indikator pH dapat memiliki 2 warna tergantung pada konsentrasi atau dalam larutan yang akan diuji
dua warna (atau lebih) ini dikarenakan adanya spesi-spesi di dalam indikator (umumnya pasangan asam-basa konjugat) yang memiliki warna berbeda
jika salah satu spesi lebih dominan, maka warna dari spesi tersebut akan terlihat
suatu larutan yang diberi indikator pH akan berubah warna apabila pH larutan tersebut telah melewati batas kondisi yang menyebabkan salah satu spesi dari indikator tersebut lebih dominan
jika larutan netral yang anda lihat tidak mengubah warna indikator (dalam hal ini saya asumsikan lakmus), berarti pH larutan tersebut belum mencapai ambang perubahan warna dari indikator tersebut
Isomer posisi C5H11OH
Jawaban 1:
Isomer posisi pada senyawa karbon adalah isomer yang disebabkan adanya perbedaan letak gugus fungsi. Pada alkohol, terdapat perubahan letak gugus fungsi -OH.
Menentukan isomer posisi C₅H₁₁OH
KELOMPOK PERTAMA (yang saling berisomer posisi)
CH₃ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - OH ⇒ 1-pentanol
CH₃ - CH₂ - CH₂ - CH - CH₃ ⇒ 2-pentanol
|
OH
CH₃ - CH₂ - CH₂ - CH - CH₃ ⇒ 3-pentanol
|
OH
----------------------------------------------------------------------
KELOMPOK KEDUA (yang saling berisomer posisi)
CH₃ - CH₂ - CH - CH₂ - OH ⇒ 2-metil-1-butanol
|
CH₃
OH
|
CH₃ - CH₂ - C - CH₃ ⇒ 2-metil-2-butanol
|
CH₃
----------------------------------------------------------------------
KELOMPOK KETIGA (yang saling berisomer posisi)
CH₃ - CH - CH₂ - CH₂ - OH ⇒ 3-metil-1-butanol
|
CH₃
OH
|
CH₃ - CH - CH - CH₃ ⇒ 3-metil-2-butanol
|
CH₃
Jawaban 2:
Kategori Soal: Kimia - Isomer
Kelas: 2 SMA/ XI
Pembahasan:
Isomer dari C₅H₁₁OH yaitu:
1) n-pentanol
CH₃-CH₂-CH₂-CH₂-CH₂-OH
2) 2-pentanol
CH₃-CH₂-CH₂-CH-CH₃
I
OH
3) 3-pentanol
CH₃-CH₂-CH-CH₂-CH₃
I
OH
4) 2-metil-1-butanol
CH₃-CH₂-CH-CH₂-OH
I
CH₃
5) 2-metil-1-butanol
CH₃-CH-CH₂-CH₂-OH
I
CH₃
6) 2-metil-2-butanol
OH
I
CH₃-CH₂-C-CH₃
I
CH₃
7) 3-metil-2-butanol
CH₃-CH-CH-CH₃
I I
CH₃ OH
8) 2,2-dimetil-1-propanol
CH₃
I
CH₃-C-CH₂-OH
I
CH₃
Turunan benzena dan manfaatnya ?
Jawaban 1:
Manfaat, Kegunaan Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan, KimiaManfaat, Kegunaan Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan,Kimia - Disadari atau tidak, sejumlah zat kimia telah banyak dikonsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara langsung, misalnya zat aditif pada makanan dan obat-obatan.
Bahan-bahan kimia yang dikonsumsi secara tidak langsung misalnya pupuk dan pestisida.
1. Manfaat Senyawa Benzena Sebagai Zat Aditif pada Makanan
Zat aditif makanan adalah zat kimia yang tidak biasa dimakan secara langsung, tetapi ditambahkan ke dalam makanan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Contoh zat aditif adalah cita rasa, bentuk, aroma, warna, dan tahan lama (awet).
a. Pemanis
Pemanis makanan yang tradisional biasanya menggunakan gula tebu atau gula aren (kelapa). Pemanis buatan yang diizinkan oleh Departemen Kesehatan adalah sakarin, aspartam, dan sorbitol. Sakarin adalah senyawa turunan benzena berupa kristal putih, hampir tidak berbau. Rasa manis sakarin 800 kali dari rasa manis gula tebu. Sakarin ditambahkan ke dalam minuman atau biskuit dengan dosis yang dikonsumsi tidak melebihi 1 g per hari.
Aspartam merupakan serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan bersifat higroskopis. Rasa manis aspartam sama dengan 200 kali dibandingkan gula tebu. Untuk setiap kg berat badan jumlah aspartam yang boleh dikonsumsi setiap harinya adalah 40 mg.
b. Pengawet
Penambahan zat pengawet pada makanan berguna untuk mencegah oksidasi dan menghambat pertumbuhan bakteri. Bahan pengawet buatan sebagai antioksidan adalah butilasihidroksianisol (BHA), butilasihidroksitoluena (BHT), paraben (p–hidroksibenzoat), dan propilgalat, sedangkan untuk menghambat pertumbuhaan bakteri atau jamur adalah natrium benzoat.
c. Pewarna Makanan
Pewarna buatan bertujuan menjadikan makanan seolah-olah memiliki banyak warna daripada yang sesungguhnya. Pewarna buatan umumnya berasal dari senyawa aromatik diazonium.
Jawaban 2:
Misalnya asam benzoat. untuk pengawet makanan
senyawa dapat digolongkan sbagai senyawa ion,senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen non polar senyawa manakah yang dapat bersifat elektrolit
Jawaban 1:
Senyawa kovalen polar
Apa kelebihan dan kekurangan polimer ?
Jawaban 1:
Densitas rendah
kekuatan terhadap berat yang baik
ketahanan korosi,,,
itu klebihannya
Jawaban 2:
Kekuatan tinggi digunakan melelehkan disknya kedalam amorphous state,sehingga dapat untuk menulis data lagi
Perbedaan aldehid dan keton
Jawaban 1:
Aldehid dapat bereaksi dengan fehling ataupun tollens sedangkan keton tidak
aldehid dapat dioksidasi menghasilkan asam karboksilat sedangkan keton tidak dapat dioksidasi
Jawaban 2:
Keberadaan sebuah atom hidrogen yg terikat pada ikatan rangkap C=O dalam aldehid, sedangkan pada keton tidk ditemukan hidrogen seperti ini
unsur X nomor atom 19 dengan unsur Y nmor atom 16 akan membentuk senyawa dengan ikatan ... dan rumus kimianya.... ???
Jawaban 1:
Kelas: X Mata Pelajaran: Kimia Materi: Ikatan Kimia Kata Kunci: Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen. Jawaban pendek: Unsur X nomor atom 19 dengan unsur Y nomor atom 16 akan membentuk senyawa dengan ikatan ion dan rumus kimianya X₂Y. Jawaban panjang: untuk mengetahui ikatan apa yang dapat dibentuk oleh dua unsur, dan bagaimana rumus kimia senyawa yang dibentuk kedua unsur, maka kita perlu menentukan golongan kedua unsur dan letaknya dalam tabel kimia, sehingga kita bisa menentukan apakah unsur tersebut logam atau non logam dan berapa elektron valensinya. Unsur X, memiliki nomor atom 19, artinya atom ini memilii 19 proton dan pada keadaan tidak bermuatan juga memiliki 19 elektron. Konfigurasi elektron pada unsur X adalah: 2 8 8 1 Dari sini terlihat bahwa unsur X adalah unsur golongan IA (logam alkali) pada periode 4. Unsur X memiliki 1 elektron valensi. Unsur Y, memiliki nomor atom 16, artinya atom ini memilii 16 proton dan pada keadaan tidak bermuatan juga memiliki 16 elektron. Konfigurasi elektron pada unsur Y adalah: 2 8 6 Dari sini terlihat bahwa unsur Y adalah unsur golongan VIA (chalcogen atau grup oksigen) pada periode 3. Unsur Y memiliki 6 elektron valensi, dengan dua slot elektron kosong pada kulit ketiga. Karena unsur X berupa unsur logam yang memiliki 1 elektron valensi, maka unsur X akan mudah melepaskan elektron ini (membentuk ion positif). Kemudian unsur Y memiliki dua slot elektron kosong untuk menerima elektron yang dilepaska. Maka 2 atom unsur X dan 1 unsur Y dapat membentuks enyawa dengan ikatan ion, dimana setiap atom X melepaskan 1 elektron. Sehingga, rumus senyawa yang dihasilkan adalah X₂Y dengan ikatan ion.
Mengapa lelehan dari senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik?
Jawaban 1:
Karena senyawa kovalen tidak mengandung ion dalam senyawanya
Jawaban 2:
Karena pada lelehan senyawa kovalen tidak menghasilkan ion-ion.
Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam
Jawaban 1:
Logam memiliki sedikit elektron valensi dan memiliki elektronegativitas yang rendah, semua jenis logam cenderung melepaskan elektron terluarnya sehingga membentuk ion-ion positif /kation positif. kulit terluar unsur logam relatif longgar sehingga elektron terdelokalisi yaitu keadaan dimana elektron valensi tidak tetap posisinya pada suatu atom, sehingga dapat berpindah-pindah dari atom ke atom yang lain.elektron valensi logam bergerak dengan cepat dan mudah berbaur dengan elektron valensi yang lain dalam ikatanlogam yang menyerupai awan
Jawaban 2:
Setahu saya :
IKATAN LOGAM Logam mempunyai sifat-sifat antara lain:
a. pada suhu kamar umumnya padat,
b. mengilap,
c. menghantarkan panas dan listrik dengan baik,
d. dapat ditempa dan dibentuk.
Dalam bentuk padat, atom-atom logam tersusun dalam susunan yang sangat rapat (closely packed). Susunan logam terdiri atas ion-ion logam dalam lautan elektron. Dalam susunan seperti ini elektron valensinya relatif bebas bergerak dan tidak terpaku pada salah satu inti atom. Ikatan logam terjadi akibat interaksi antara elektron valensi yang bebas bergerak dengan inti atau kation-kation logam yang menghasilkan gaya tarik. sehingga mungkin itu berhubungan dengan sifat fisik logam tersebut .
Komentar
Posting Komentar