Bagaimana Gambar Letak Bayangan Yang Dibentuk Oleh Cermin Cekung Dan Cermin Cembung Oleh Sinar Sinar
bagaimana gambar letak bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung dan cermin cembung oleh sinar sinar istimewa jika benda berada diruang 1, 2,3,4, dan fokus?
Jawaban 1:
1. Bila benda berjarak lebih besar dari R
Bayangan benda (Object) akan berada diantara C dan F, Nyata,terbalik dan lebih kecil.
2. Bila benda diletakkan di antara C dan F
Bayangan benda (Object) akan lebih besar dan terbalik.
3. Bila benda diletakkan di antara titik F dan cermin
Bayangan benda (Object) terletak dibelakang cermin cekung (maya), lebih besar dan tidak terbalik (tegak)
4. Bila benda tepat pada titik C (pusat kelengkungan)
Bayangan benda (object) sama besar dengan bendanya, tetapi terbalik. Pembentukan bayangan dengan keadaan seperti ini dapat dipergunakan sebagai alat untuk membalikkan bayangan suatu obyek pada alat optik. Bayangan suatu lensa obyektif diatur sedeikian rupa agar tepat pada titik C, sehingga bayangan lensa tersebut sama besar dan terbalik.
cermin cembung adalah :
1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali
2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari fokus
3. Sinar yang datang menuju fokus akan di pantulkan sejajar sumbu utama
a. Jarak benda s bernilai positif (+) jika benda nyata terletak di depan cermin. Jarak benda s bernilai negatif (-) jika benda maya terletak di belakang cermin.
b. Jarak bayangan s’ bernilai positif (+) jika bayangan nyata di depan cermin. Jarak bayangan s’ bernilai negatif (-) jika bayangan maya di belakang cermin.
c. R dan f bertanda positif (+) untuk cermin cekung dan bertanda (-) untuk cermin cembung.
Pertanyaan Terkait
sebuah benda dengan massa 8 kg dimasukkan kedlam air (ρ = 1OOO kg /m³). jika didalam air berat benda menjadi 50 N . maka besarnya volume benda adalah.............
Jawaban 1:
P=m/v
= 1000 = 8/v
= 1000v = 8
= v = 8/1000
= v = 1/125 = 0,008 meter kubik
Trims
Seorang siswa mengukur diameter sebuah lingkaran hasilnya adalah 8,50 cm. Keliling lingkarannyadituliskan menurut angka penting adalah … ( = 3,14)
Jawaban 1:
Keliling lingkaran 2r
2 x 3,14 x 4,25
26,69cm
bagaimana contoh soal elastisitas gabungan hukum hooke dan rangkaian pegas? bagaimana penyelesaiannya?
Jawaban 1:
1. Sobat punya sebuah kawat dengan luas penampang 2 mm2, kemudian diregangkan oleh gaya sebesar 5,4 N sehingga bertambah panjang sebesar 5 cm. Bila panjang kawat mula-mula adalah 30 cm, berpakah modulus elastisitas dari kawat tersebut?
a. 1,53 x 106 N/m2
b. 1,3 x 106 N/m2
c. 1,65 x 106 N/m2
d. 1,62 x 106 N/m2
Soal dan kunci jawaban fisika tentang benda tegar
Jawaban 1:
Benda tegar adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia Fisika untuk menyatakan suatu benda yang tidak akan berubah bentuknya setelah diberikan suatu gaya pada benda itu. Pada sebuah benda tegar, setiap titik harus selalu berada pada jarak yang sama dengan titik-titik lainnya sehingga bentuknya hampir selalu lingkaran.
benda tegar yang sedang berputar memiliki momen kelembaman, percepatan Linear dan percepatan sudut.
pada tepi sebuah roda berjari jari 0,6m bekerja dengan gaya sebesar 5N. jika arah gaya membentuk sudut 60° dengan jari jari roda. tentukan momen gaya yang bekerja pada roda !
Jawaban 1:
Momen gaya= F.R
karena F membentuk sudut 60 dgn R maka kita menggunakan F sin 60
momen gaya= F.sin 60 R
momen gaya= 5. 0,5 .0,6
momen gaya= 1,5 mN
Jawaban 2:
Momen gaya = f.sin 60 R
momen gaya = 5 x 0,5 \sqrt{3} x 0,6
= 1,5 \sqrt{3} mN
Semoga bermanfaat. :)
Melakukan percobaan hukum hooke
Jawaban 1:
Percobaan hukum Hooke Tujuan percobaan :
- Menyelidiki hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas
- Menentukan konstanta pegas Alat dan bahan :
Pegas, beban, penyanggah, mistar Dasar Teori :
Hukum Hooke menyatakan bahwa besar gaya berbanding lurus dengan pertambahan panjang pegas. Semakin besar gaya yang bekerja pada pegas, semakin besar pertambahan panjang pegas. Perbandingan antara besar gaya terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konstan. Hukum Hooke berlaku ketika gaya tidak melampaui batas elastisitas pegas. Hukum Hooke dikemukakan oleh Robert Hooke (1635-1703).
Secara matematis, hukum Hooke dinyatakan melalui persamaan : k = F / l.
Keterangan : k = konstanta pegas, F = gaya, l = pertambahan panjang pegas. Satuan internasional gaya adalah Newton, satuan internasional panjang adalah meter, karenanya satuan internasional konstanta pegas adalah Newton/meter (N/m). Langkah percobaan :
1. Gantungkan sebuah pegas spiral pada penyanggah lalu tautkan sebuah beban pada ujung bawah pegas spiral. Ukurlah panjang pegas.
Massa beban awal (mo) = ……… kg
Gaya berat beban awal (wo) = m1 g = (m)(9,8 m/s2) = ……… Newton
Panjang pegas awal (lo) = ……… meter
Catat wo dan lo pada tabel di bawah.
2. Tambahkan lagi sebuah beban, lalu ukurlah panjang pegas.
Massa semua beban (m) = ……… kg
Gaya berat semua beban (w) = m g = (m)(9,8 m/s2) = ……… Newton
Panjang pegas (l) = ……… meter
Catat w dan l pada tabel, baris ke-1.
3. Tambahkan lagi sebuah beban, lalu ukurlah panjang pegas.
Massa semua beban (m) = ……… kg
Gaya berat semua beban (w) = m g = (m)(9,8 m/s2) = ……… Newton
Panjang pegas (l) = ……… meter
Catat w dan l pada tabel, baris ke-2.
4. Ulangi percobaan dan perhitungan seperti langkah ke-2 dan ke-3 lalu catat w dan l pada tabel, baris ke-3, ke-4 dan ke-5.
5. Lengkapi tabel di bawah. Hitung wn, ln dan kn pada masing-masing baris. Data dan analisis data :
Gaya berat awal (wo) = ………. Newton, Panjang pegas awal (lo) = ………. meter No w wn = w – wo l ln = l – lo kn = wn / ln 1 w = ….. N w1 = ….. N l = ……. m l1 = ……. m k1 = w1 / l1 = ……. N/m 2 w = ….. N w2 = ….. N l = ……. m l2 = …….. m k2 = w2 / l2 = ……. N/m 3 w = ….. N w3 = ….. N l = ……. m l3 = …….. m k3 = w3 / l3 = ……. N/m 4 w = ….. N w4 = ….. N l = ……. m l4 = …….. m k4 = w4 / l4 = ……. N/m 5 w = ….. N w5 = ….. N l = ……. m l5 = …….. m k5 = w5 / l5 = ……. N/m Konstanta pegas rata-rata k = ……………… N/m Keterangan :
w = gaya berat (Satuan internasionalnya adalah Newton, disingkat N)
l = panjang (Satuan internasionalnya adalah meter, disingkat m)
k = konstanta pegas (satuan internasionalnya adalah Newton / meter, disingkat N/m) Grafik gaya dan pertambahan panjang pegas
Gambarkan grafik hubungan gaya (wn) dan pertambahan panjang pegas (ln) Pembahasan :
Pertanyaan penuntun pembahasan hasil percobaan :
- Bagaimana hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas ?
- Berapa konstanta pegas (gunakan nilai rata-rata) yang diperoleh melalui percobaan ? Kesimpulan :
(Nyatakan kesimpulan anda dengan mengacu pada tujuan percobaan dan hasil percobaan)
Buatlah contoh soal vector!
Jawaban 1:
1. Dua buah gaya saling tegak lurus, besarnya masing-masing 3 N dan 4 N. Besar resultan kedua gaya tersebut adalah …
Pembahasan
Diketahui :
F1 = 3 N, F2 = 4 N
Ditanya : Resultan kedua vektor ?
Jawab :
Hanya terdapat dua vektor dan kedua vektor saling tegak lurus sehingga penyelesaiannya menggunakan rumus Pythagoras.
Sebuah roda melakukan gerak melingkar sebanyak 50 putaran terhadap porosnya dalam
1 sekon. Tentukan kelajuan linear
sebuah titik pada roda yang berjarak 2 cm dan 4 cm dari pusatnya.
Jawaban 1:
Dik : f = 50 hz, r1 = 2 cm = 0,02 m, r2 = 4 cm = 0,04 m
dit : V1 dan V2
jwb :
V = 2πf . r
jadi
V1 = 2π.50 . 0,02 = 2π m/s
V2 = 4π m/s
Tolong nyatakan rumus hukum momentum saat gaya tolak pada senapan atau meriam terjadi.
Jawaban 1:
Hukum newton (p=m x v)
F = ∆ p ∆ t
Contoh soal : Ditetapkan arah ke kanak sebagai acuan arah positif, hitunglah momentum:a. peluru bermassa 20 gram yang sedang bergerak ke kiri dengan kelajuan 50 m /s b. sepeda bermassa 100 kg (beserta pengendara) yang bergerak ke kanan dengan kelajuan 4 m/s. Jawab : a. m = 20 gram = 0.02 kg b. m = 100 kg v = - 50 m/s v = 4 m/s p = m x v p = m x v p = 0,02 kg x (-50 m/s) = 100 kg x 4 m/s
Jawaban 2:
Hukum kekekalan momentum pada senapan :
mp.Vp + ms.Vs = mp.Vp' + ms. Vs'
keterangan :
mp = massa peluru
Vp = kecepatan peluru mula-mula
ms = massa senapan
Vs = kecepatan senapan mula-mula
Vp' = kecepatan peluru akhir
Vs' = kecepatan senapan akhir.
it
Teori kinetik gas itu apa????
Jawaban 1:
Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum. Peninjauan teori ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan pada sifat zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel zat tersebut.
Komentar
Posting Komentar